Seorang ibu pengganti (surrogate mother) ingin bertemu dengan anak yang pernah Ia kandung namun terhalang oleh perjanjian tertulis yang berlaku.
Bayang-bayang seorang anak terus menghantui pikiran Rahmi. Namun, peran Rahmi hanya sebatas meminjamkan rahimnya. Rahmi belum menerima kenyataan bahwa ia hanya berperan sebagai peminjam rahim dan bukanlah seorang ibu bagi anak itu. Tetapi usahanya untuk bertemu bayi itu ternyata membawa Rahmi kepada hal yang lebih ia butuhkan.